Misteri Dana Pemulihan Pertanian Pascabencana, Distanbun Gayo Lues Diam Seribu Bahasa

BHAYANGKARA INDONESIA

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:09

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Polemik alokasi dana pemulihan pertanian dan perkebunan pascabencana kembali memanas di Kabupaten Gayo Lues. Dari pagu anggaran Rp2,5 triliun yang digelontorkan Kementerian Pertanian RI untuk provinsi-provinsi terdampak bencana, belum ada kejelasan berapa dana yang diterima dan digunakan di Gayo Lues, padahal sektor ini menjadi nadi perekonomian masyarakat setempat.

Ketidakjelasan dimulai ketika Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M. Nasir Sama’un, mengungkap hanya sekitar Rp500 miliar yang langsung disalurkan kepada sejumlah kabupaten/kota—sementara sisanya dikelola pusat dan sebagian kecil dipegang Pemerintah Aceh. Namun hingga kini, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Gayo Lues belum juga memberikan informasi valid terkait besaran dan penggunaan dana oleh daerah ini.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Distanbun Gayo Lues, Abdul Hakim, pada Sabtu (8/8/2026) tak mendapat jawaban sama sekali. Keheningan ini justru memperkuat spekulasi di masyarakat: Gayo Lues dapat berapa? Dana disalurkan lewat mekanisme dan instansi mana? Siapa yang menentukan program, pelaksana, dan siapa petani penerima manfaat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kebutuhan transparansi, yang muncul malah keraguan dan kekecewaan. Warga menuntut jawaban rinci—berapa realisasi anggaran, sumbernya, penyalurannya, serta lokasi yang jadi sasaran program. Jika memang Distanbun mengetahui, mengapa data tak dibuka ke publik? Jika tidak tahu, siapa yang pegang kendali atas dana tersebut?

Ketika dana pemulihan menjadi bahan pemberitaan dan sorotan di tingkat pusat, situasi di lapangan Gayo Lues justru tetap gelap. Padahal, masyarakat petani di “Negeri Seribu Bukit” jelas yang paling membutuhkan kejelasan, terutama setelah sektor pertanian wilayah ini terdampak bencana dan sangat membutuhkan sentuhan nyata dari program pemerintah.

Publik berhak tahu, karena dana yang digunakan adalah uang negara—uang rakyat. Transparansi bukan sekadar tuntutan hukum, tapi juga tanggung jawab moral pemerintah daerah untuk memastikan keadilan penyaluran, pemulihan lahan, serta keberlanjutan hidup petani setempat.

Semakin lama informasi tertutup, keraguan dan kecurigaan semakin membesar. Rp500 miliar sudah dialirkan ke daerah-daerah—lalu Gayo Lues sesungguhnya dapat bagian berapa? Program apa saja yang diterima? Siapa yang melaksanakan, dan siapa yang menerima hasilnya? Ketidakjelasan hanya akan memicu krisis kepercayaan publik, hingga akhirnya meruntuhkan harapan di tengah penderitaan petani.

Kini, bola panas ada pada Distanbun Gayo Lues dan pemerintah daerah. Publik menunggu ketegasan, jawaban terbuka, bukan keheningan yang membisu. (TIM)

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Wakapolres dan Sejumlah PJU
Kapolres Gayo Lues Beri Kejutan di HUT TNI Ke-81, Tegaskan Sinergitas TNI-Polri
Quick Respon Brimob Polda Aceh Pasca Kebakaran Rumah Warga di Desa Ulun Tanoh Gayo Lues
Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak
Brimob Polda Aceh, Melaksanakan Bhakti Sosial Dalam Menyambut HUT RI Ke-81
SMPN 2 Terangun Kekurangan Fasilitas, Ruang Kelas Rusak dan Minim Siswa
Brimob Aceh, Sambang Desa Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke-81

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:58

Lapas Labuhan Ruku Gelar Sidang TPP, Usulkan 18 Narapidana Ikuti Program Rehabilitasi Berbasis Ketahanan Pangan 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:43

Lapas Labuhan Ruku Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Melalui Kegiatan Sortir Ikan Lele

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:30

*Belajar dari Bappelitbangda Tangsel, Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI*

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34

Mari Wujudkan Kepatuhan Lalu Lintas Dengan Selalu Mengutamakan Keselamatan Bersama Satlantas Polres Pematang Siantar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:55

Mantapkan Mekanisme Clearance Pejabat BUMD, Pemko Tanjungbalai Ikuti Sosialisasi Pelayanan Clearance

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:41

Tinggal Sendiri, Bukan Berarti Sendirian: Peran Keluarga dalam Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:50

Jelang MotoGP 2026, Satgas Preventif Patroli Dialogis di Pelabuhan Gili Mas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:43

Ditjenpas Pindahkan 313 Warga Binaan Risiko Tinggi ke Nusakambangan, Langkah Tegas Pasca Insiden Rutan Depok  

Berita Terbaru