Video Lama Bermunculan Jelang Agenda Agustus, PW GP Al Washliyah DKI: Jangan Terjebak Provokasi!

BHAYANGKARA INDONESIA

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:45

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GP Al Washliyah) Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh imbauan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun pemberitaan yang beredar di media sosial dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ketua PW GP Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, menilai imbauan tersebut sangat penting, khususnya di tengah meningkatnya arus informasi digital menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus.

Menurut Dedi, masyarakat harus semakin cerdas dan kritis dalam menerima informasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas sumber, konteks, dan kebenarannya justru memicu keresahan, kesalahpahaman, bahkan konflik di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendukung penuh imbauan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita atau narasi yang beredar di media sosial dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat harus tetap tenang, jangan mudah terpancing oleh informasi yang sengaja dikemas untuk membangun persepsi tertentu,” tegas Dedi Siregar.

Dedi mengatakan, belakangan ini terdapat berbagai narasi di media sosial yang beredar secara masif, termasuk unggahan yang menampilkan video maupun foto demonstrasi. Persoalannya, tidak semua materi yang beredar tersebut merupakan peristiwa yang sedang terjadi.

Bahkan, sejumlah video lama kembali beredar dan disajikan seolah-olah merupakan rekaman aksi demonstrasi terbaru. Kondisi seperti ini, kata Dedi, sangat berbahaya apabila masyarakat langsung mempercayai dan menyebarkannya tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Video lama yang dikemas seolah-olah merupakan kejadian terbaru adalah bentuk informasi yang dapat menyesatkan publik. Karena itu, masyarakat jangan hanya melihat judul, potongan video, atau narasi yang menyertai sebuah unggahan. Periksa sumbernya, cek waktunya, lihat konteksnya dan pastikan informasi tersebut benar sebelum ikut menyebarkannya,” ujarnya.

Centang Biru Bukan Jaminan Kebenaran

Dedi juga mengingatkan masyarakat bahwa status akun atau tanda verifikasi di media sosial bukanlah jaminan mutlak bahwa seluruh informasi yang dipublikasikan akun tersebut pasti benar.

Menurutnya, setiap informasi tetap harus diuji berdasarkan sumber dan fakta yang dapat diverifikasi.

“Centang biru bukan sertifikat kebenaran. Siapa pun yang menyampaikan informasi tetap harus bertanggung jawab terhadap isi informasi yang disebarkannya. Masyarakat jangan sampai menganggap sebuah informasi otomatis benar hanya karena berasal dari akun yang memiliki banyak pengikut atau memiliki tanda verifikasi,” kata Dedi.

Ia menegaskan, kebebasan masyarakat dalam menggunakan media sosial harus diiringi dengan tanggung jawab. Jangan sampai ruang digital justru menjadi tempat berkembangnya informasi yang dapat menimbulkan kepanikan atau mengganggu ketertiban umum.

Jangan Terprovokasi Framing yang Belum Jelas

Dedi meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi framing yang sumber maupun konteksnya belum jelas.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, masyarakat tetap harus menjaga ketertiban, persatuan, serta tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan potongan video, foto lama, atau narasi yang dipelintir untuk menciptakan kesan seolah-olah situasi sedang dalam kondisi yang tidak terkendali. Kita harus melihat persoalan secara jernih dan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan emosi,” tegasnya.

Dedi juga mengajak para pengguna media sosial, khususnya generasi muda, untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ruang digital yang sehat.

Ia meminta masyarakat membiasakan diri melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi, serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum diketahui asal-usul dan kebenarannya.

Dukung TNI Jaga Keamanan dan Ketertiban

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, lanjut Dedi, juga mendukung langkah TNI dalam menjaga keamanan masyarakat dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Dedi mengapresiasi imbauan Panglima TNI yang meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengapresiasi dan mendukung imbauan Panglima TNI. Pesan agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa merupakan pesan penting untuk menjaga ketenangan publik. Kehadiran aparat dalam menjaga keamanan tentu harus kita dukung bersama, karena keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai situasi keamanan yang kondusif merupakan kepentingan bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Dedi menambahkan bahwa TNI dan Polri memiliki tugas untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Beraktivitas Normal

Dedi kembali mengajak masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta, untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

“Kami mengimbau masyarakat DKI Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang, tidak panik, tidak mudah terprovokasi, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari kita jaga suasana tetap kondusif menjelang berbagai agenda nasional pada bulan Agustus,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat apabila menemukan konten yang mencurigakan untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkannya. Masyarakat dapat mencari informasi pembanding dari sumber resmi dan media yang kredibel.

Menurut Dedi, menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat jauh lebih penting daripada ikut menyebarkan informasi yang belum jelas hanya karena ingin menjadi pihak pertama yang membagikan sebuah berita.

“Jangan karena ingin menjadi yang pertama membagikan informasi, kita justru menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru. Saring sebelum sharing. Pastikan sumbernya, pastikan waktunya, pastikan konteksnya, dan pastikan kebenarannya,” ujarnya.

PW GP Al Washliyah: Jangan Biarkan Media Sosial Menjadi Ruang Provokasi

Sebagai organisasi kepemudaan, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong generasi muda menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Dedi menilai pemuda harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, disinformasi, dan narasi provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Jangan biarkan media sosial menjadi ruang provokasi. Anak muda harus menjadi pengguna media sosial yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita mudah diadu domba oleh informasi yang tidak jelas,” tegasnya.

Dedi kembali menekankan bahwa setiap informasi yang beredar harus dilihat secara proporsional dan berdasarkan fakta. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pihak mana pun hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Mari kita jaga Indonesia tetap aman dan kondusif. Jangan mudah percaya terhadap narasi yang belum terbukti. Jangan mudah terprovokasi. Dan jangan ikut menyebarkan sesuatu yang kita sendiri belum tahu kebenarannya,” pungkas Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

Nonaktifkan Kalapas Cibinong, DPP LPPI : Menteri Imipas Agus Andrianto Tak Main-Main Benahi Imipas
VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri
Home Industry Tembakau Sintetis Digerebek, Pengamat Apresiasi Kapolres Cimahi
Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Pengamat Soroti Isu Lama Budi Arie: Jangan Potong Fakta Hukum untuk Bangun Opini
Budi Arie Diterpa Isu Politik, Pengamat : Publik Jangan Terjebak Potongan Video dan Narasi Sepihak
BNN dan Polri Bekuk Gembong Narkoba Kampung Bahari, PW GP Al Washliyah Bukti Kolaborasi BNN Tak Beri Ruang untuk Bandar Narkoba
Kombes Reza Chairul Masuk Kandidat Komandan Upacara HUT ke-81 RI, Aktivis Nasional: Bukti Kualitas Perwira Polri

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:26

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi kepada Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:26

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27

Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Silaturahmi dengan KPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:48

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Launching Inovasi Layanan Dokumen Kependudukan “Tuntas di Kecamatan”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:39

Polisi Bersama Masyatakat, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:00

Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Polisi Meupep-Pep, Edukasi Keselamatan di Pagi Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:38

HUT TNI ke-81, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Bersama Forkopimda dalam Semangat Kebersamaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:03

Usai Upacara HUT ke-81 TNI, Kapolres Aceh Tenggara Beri Kejutan Penuh Makna untuk Kodim 0108/Agara

Berita Terbaru